Tuesday, October 4, 2011

m o n o l o g | m e l o n g o

Apakah saya pernah bermimpi untuk sebuah mimpi yang indah di hari nanti bisa terjadi? mungkin saya terbiasa terlalu takut untuk bermimpi, hanya sebuah mimpi. Terlalu banyak mimpi yang telah hilang dan sebagian menjadi kenyataan.

Tetapi saya sadar betul ketika mimpi indah itu berubah seketika, tak perlu menunggu secara jelas dengan kesaksian tersendiri, mungkin hanya sekilas kabar burung, namun jika itu mengenai tentang mimpi saya tadi, ya seketika saya merespon untuk tak kembali memikirkan hingga membenci mimpi yang telah saya susun itu dengan keadaan melihat kenyataan atas apa yang terjadi serta kemungkinan yang biasa saja, kemungkinan hanya sebatas menjalani semua tanpa banyak mengharapkannya.. kembali.

Namun, aku masih bersyukur atas apa yang telah dan tengah kujalani, semua tidaklah dapat saya temukan tanpa melalui mimpi-mimpi dan kenyataan yang telah saya lalui hingga saat ini.



Begitu kesenangan telah saya rasakan, tak sedikit pula peluh dan air mata menemani langkah-langkah ini. Ya, langkah-langkah karena saya selalu mencoba mencari kemana jalan yang lebih baik dan lebih menyenangkan yang ada disekitar, tanpa begitu saja melepaskan semua beban yang ada.


Mencoba untuk tak terlalu buta akan buaian mimpi menjadi salah satu kekuatan saya, mungkin hati sanubari memang mengharapkan akan mimpi yang terwujud, bukan sekedar bayangan masa depan indah dalam khayalan, tetapi mencoba menerapkan otak saya untuk berfikir bagaimana jikalau saya mendapatkan hal yang terburuk, hingga kekecewaan itu tak terlalu besar dan berlarut hingga membuat benar-benar jatuh.

Saya masih mengingat ketika tak pernah mau untuk berkhayal dan bermimpi terlalu jauh, selalu membatasi dengan kenyataan bahwa saya melakukan ini karena untuk mencari senang. Hingga sekarang saya masih berfikir demikian, untuk apa saya melakukan ini semua? jika semua yang dilakukan tak membuat kita tenang dan senang.

Mungkin tak semua hal saya lakukan hal seperti diatas, namun setidaknya saya mulai mengerti mengapa saya belum siap untuk berfikiran lebih jauh dan melihat jalan yang panjang ke depan. Sekarang, hanya lakukan apapun itu, jalani saja kita tak pernah tahu kemana takdir yang telah tersurat, namun jikalau saya mempunyai jalan lain untuk mendapatkan hal yang lebih baik. Bingung itu telah biasa saya lewati dan akhirnya saya masih bisa bertaham meskipun kegamangan itu membawa saya pada jalan yang buruk.

Semoga kedepan saya menemui kembali kesenangan yang sama atau mungkin lebih baik dari hal yang pernah saya rasakan.

Terima kasih semua ; keluarga, saudara, teman, sahabat, rekan dan yang ku anggap temanlainnya serta orang yang saya temui dijalan yang mungkin telah menempelkan pikiran kesenangan hingga memberikan goresan senyum.

untuk waktu, untuk tempat, untuk jalan, masa lalu yang terlalu indah untuk saya lupakan. Semoga bisa membawa masa depan yang tak kurang menyenangkan. Semoga :)

Depok, Jalan Kapuk, Kamar yang sepi.

No comments:

Post a Comment