Thursday, September 15, 2011

j e r a t

Ada apa?
Ada banyak yang masih terpendam

Maaf sedang gamang, terlalu merasa kesepian; teman, canda, tawa, permainan, perasaan, hilang begitu saja. Mahal memang harganya. Kesemuanya tersebar, sengaja tak ku susun. Semua Kesemuanya saling membenturkan, hingga kini yang terasa sudahlah larut.

Tulisan di atas menggambarkan betapa tak menentunya saya ini, segalanya sudah tak sesuai dengan keinginan. Memang, hanya sebuah keinginan. Intinya semua tentang saya, segenap tentang saya, tak ada lagi dalam kenyataan. yang kurasa dunia saya hanya hadir di masa silam.

Antara tawa, antara perjalanan, antara indah, antara damai, diantara... kesemuanya hilang.

Saya masih belum bisa mengerti tentang kehidupan kesendirian, kehidupan pekerja dikota besar. Mungkin hanya saja saya yang terlalu terlena dengan keadaan nyaman dahulu, sesampainya sekarang saya sengaja terjerat dan terperangkap mimpi yang terlalu indah, hingga lelah sendiri.

Seharusnya waktu ini, pada jam sekarang ini saya sudah beristirahat tenang, karena esok harus kulewati dengan terjaga hingga sore hari, hanya terjaga di siang hari saja sekarang saya merasa sulit dan begitu berat. Isolasi tradisi masa lalu terlalu erat.

Sebelumnya dimana saya sendang merasakan tak menentu arah, kapanpun saya bisa bercerita atau hanya mendegarkan cerita, meski tak menyelesaikan permasalahan akan tetapi akhirnya bisa kembali semangat, membuat rencana tanpa perlu diungkapkan, pikiranku berputar membuat sistematika pemecahan beberapa masalah dari perbincangan yang tidak terlalu penting sebenarnya. tapi, itu salah satu obat ampuh, buatku merasa berguna.

Iya, keberadaan seseorang dalam sebuah lingkungan meskipun hanya sebagai bahan objek penderita lebih menyenangkan daripada berdiam diri dan terdiam sendiri...sendiri.

Mungkin sudah bukan waktunya lagi? Ah saya perlu teman berbincang, seperti dulu. Bertemankan segelas kopi hitam panas sambil memainkan remot tivi ataupun hanya menjadi DJ memilih playlist di winamp, semua berjalan perbincangan tanpa awalan dan bisa jadi berakhir tanpa kesimpulan.

Ah, sungguh saya merindukan teman-teman kuliah, teman-temen kosan dahulu di jalan seran bajuri. Setiap malam tak ada malam yang kosong, kecuali kita memang terlalu lelah akan kegiatan siang hari tadi ataupun kesibukan tersendiri.

Alunan dawai gitar yang tak menentu, suara vokal yang benar-benar fals, menyemarakan semua, tak lupa angin yang menyelisik mendinginkan suasana, ohh suasana...

Bisakah saya dapati di sini? meski rasa yang berbeda tapi tak mengapa. Tak terasakan sama sekali untuk saat ini. Setiap hari hanya bersapa sekedarnya, dasar Basa Basi!

Entah Negara Mana, 15 September 2011;01:02

No comments:

Post a Comment