Thursday, November 24, 2011

pantasmalang X pantangmalas

mengungkapkan yang tak pernah terjadi. hanya mencoba jujur.
semua merupakan kesalahan yang saya sadari sendiri meskipun dia tak pernah tahu. hingga akhirnya saat ini menjadi suatu mimpi yang mungkin tak pernah bisa menjadi baik meskipun terwujud.

dalam setiap perkataan baik yang dia keluarkan dengan spontan maupun dia pikirkan dengan baik, terdengar dan terekam dalam ingatan. tak jarang saya sendiri mencoba menutupi kekurangan ini dengan membantah semua dengan nalar yang saya punya, ya saya terlalu sombong. Menganggap nalar yang saya punya adalah yang paling benar, terlalu merasa bahwa pengalaman yang pernah temui itu adalah yang terbaik.


beberapa saya sebutkan diantara keinginan saya dalam hati yang tak sempat terpenuhi, memang semua itu merupakan barang, berbentuk material. Namun benar saya ingin semua bisa terwujud, menjadikan harapan, memberikan mimpi, menjadikan saya tetap bertahan untuk tetap bekerja di sini -di tempat ini tempat yang saya rasa kurang nyaman- dengan maksud baik yang mungkin sedikitnya bisa memberikan kesenangan kepadanya.
  1. Mengajak dinner disuatu tempat di daerah Dago pada malam hari, entah apa nama tempat itu, jika tidak salah Cafe Lentera. Karena saya rasa kita sudah jarang bertemu sekedar mencari santapan dengan suasana sejuk dan pemandangan yang luas.
  2. Daster, salahsatu pakaian yang katanya merupakan keseharian yg dia pakai di rumah. Sayangnya saya tak pernah mempunyai kesempatan sendiri dimana harus mengunjungi pasar yang bisa memilih dan membeli barang dengan lebih murah, seperti di pasar baru.
  3. Handphone cdma, dengan label smartfren. Bukan untuk dijadikan sebuah modem, namun waktu itu saya mempunyai kesempatan mempunyai kartu dengan slogan 'obat kangen'. Saya menunggu prodak baru dan sebenarnya sudah ada saat ini, saya belum gajian tp itu sudah tak terlalu penting saat ini.
  4. Netbook Axioo, saya pilih karena harganya lumayan terjangkau dan dia sedang membutuhkan alat seprti ini, namun resikonya terlalu besar bagi saya, jd saya pending untuk memberikan ini tadinya setelah mendapatkan arisan.
  5. Akhir-akhir ini adalah Blackberry, karena saya punya simpanan barang seperti ini tinggal tuker tambah, tapi sepertinya dia tak menyukai, biarlah.
  6. Helm, itu hal yang terakhir ku ingat yang tadinya akan kuberikan jika saya mendapatkan gaji bulan ini dan memberikannya langsung ke rumahnya.
  7. setiap minggu yang terpikirkan: Selalu berakhirpekan bersama, mengunjungi rumah dan menjemputnya untuk sekedar melepas penat, tak perlu membutuhkan uang yang banyak itu tak menjadi hal penting, hanya ingin 'saling' bercerita.
sebenarnya masih banyak hal lainnya, terlalu banyak kata 'tapi' 'namun' untuk saat ini, dan apapun yang berlum terwujud itu dikarenakan keadaan ekonomi saya yang tidak terlalu bagus beberapa bulan ini.

karena saya terlalu mementingkan diri sendiri, terlalu banyak hal yang sudah dulu saya inginkan namun tak bisa saya redam dahulu dan dengan angkuh diri menganggap ini merupakan hasil keringat sendiri, padahal sebelum saya bekerja hanyalah seorang yang tak lebih baik hanya bisa mengeluh kepadanya.

dan sekarang saya menyadari betapa tak bermakna diri ini dimatanya, saya hanya seorang pengganggu, bukanlah penghibur yang baik, bukanlah pendengar yang baik, bukanlah orang yang sering kutak-kutik memperbaiki barang yang rusak kembali berguna, tetapi saya hanya seorang yang mengganggu, angkuh dan menyebalkan.

ya mungkin karena keangkuhan saya yang membuat semua ini terjadi.
karena kelakuan saya yang terlalu menyepelekan keadaan ketika dihadapan orang lain, karena diri ini yang tak pernah tahu waktu hingga meganggu kenyamanan.

saya tak mengharapkan sebuah rumah untuk berteduh,
saya tak menginginkan lagi menjadi sebuah rumah sebagai tempat berteduh, tapi saya inginkan seseorang yang bisa menemukan tempat dan membuat rumah bersama.

benar, saya seseorang yang tak pernah berguna. meskipun dalam waktu kurang lebih satu tahun, entah mungkin seharusnya hingga delapan tahun, tapi pun itu terjadi saya tak pernah bisa berguna. saya hanya mendapatkan waktu yang sempit untuk membaca suatu artefak yang tak tidak terlihat jelas.

saat ini hanya merasakan sakit, tak mempunyai kesempatan, tak mempunyai wewenang untuk ikut berdiskusi. dan memang terasa sangat sakit, rasa sakit yang baru pertama kali saya rasa teramat sangat.

dan saya saat ini pula...
tak dapat mengeluarkan air mata, sekalipun ini sangatlah sakit.
tak dapat mengeluarkan rasa dengan berbagi cerita karena saya hanya sendiri.
hanya merasakan amarah yang teredam, pilu. dan menuliskannya di sini.

sebenarnya masih ada satu pertanyaan yang ingin saya keluarkan, namun ketakutan akan jawaban yang menyakitkan dan ketakutan akan jawaban yang tak begitu jelas hingga dia menganggap itu biasa saja.

saya anggap sudah mendapatkan jawaban, saya pesimis akan hal ini. terbukti dengan pesan yang dia tulis melalui handphone. "saya tak berguna, dan saya adalah seseorang yang harus dihapus dalam setiap kehidupannya". kesimpulan demikian ada karena saya tak pernah tahu persis apa yang tengah terjadi dalam kehidupannya, tak pernah ada cerita yang menyatakan saling membutuhkan.
saya memang membutuhkan hadirnya saat ini, namun semua tak bisa disangkal dia tidak akan datang dan saya terima itu. Namun jika dia membutuhkan sesuatu hal, saya harap saya masih bisa berguna.

Mimpi dan harapan itu telah hilang, saya salah dengan harapan itu. semua kesalahan saya sendiri, karena dia tak pernah merasa dan tahu saya mempunyai harapan disetiap orang yang ku anggap dekat, dan dia harapan terdekatpun menjadi jauh.

tapi tetap menjadi tanda tanya besar -saya masih memegang ujung harapan- apakah benar dia pergi karena tugas akhir? karena saya yang tak berguna? karena pria itu yang lebih berguna? atau seseorang lain yang dia temukan. entahlah yang pasti saya mah pesimis dan memang tak berguna, biarlah saya telanjang bulat di sini, hanya mencoba untuk jujur mengungkapkan.

"ah ngomong naon sih, berguna-berguna ciga nu bisa wae siah nda?! sia mah instal ulang leptop ge teu bisa, komo kudu resep ngoleksian dvd dorama mah! geuslah tong loba nyarita sia teh."

ya sudahlah, saya memang tak berguna.

depok, 24112011
--diwaktu air hujan mengurungkan niatnya menemui bumi- panas udara menambah lelah hati ini :(

No comments:

Post a Comment