Mental saya terus terang juga tak biasa, mental saya terasa begitu labil.
Mental ini sakit? Tidak.
Bukan mental yang sakit, tetapi pemikiran saya yang sudah tidak menjadikan respek dan memahami segala sesuatu.
Ada apa dengan hal ini?
Apa yang saya butuhkan saat ini untuk mengembalikan menjadi seimbang?
Sebenarnya hanya membutuhkan teman yang mengerti akan masalah ini, atau saya mempunyai teman dengan masalah yang lebih seram dari permasalah yang saya miliki, hingga logika ini teralihkan untuk menyudahi dahulu permasalah sendiri dan beralih menjadi memikirkan masalah lainnya.
Sharing, salah satu hal yang bisa saya perbuat yaitu bercerita, meskipun tak terlalu berani menyadari kesalahan yang ada, tapi dari sana saya mengumbar cerita hingga diri ini tak tersadar bisa mengungkapkan kesalahan yang ada.
Kurang sabar dan susahnya berprasangka baik. Hal ini mutlak ada karena seringkali mengeluh akan keadaan yang tak nyaman itu. Artinya saya tak menyadari akan hal-hal positif yang telah saya dapatkan dibandingkan dengan orang lain, intinya bersyukur lah.
Jangan biarkan pikiran ini menjadi kosong, ya sharing dan berinsterkasilah, ini menjadi salah satu alasan mengapa saya akhirnya memutuskan untuk membeli gadget yg bisa berinteraksi dengan teman-teman 'terdekat' yang berada jauh secara geografis.
Tak mengindahkan pemikiran orang lain, ya ini 'Imaging' sesuatu yang sulit dikontrol ketika dalam pelaksanaannya. Menjauhkan kejujuran sehingga mempertahankan diri hingga susah payah demi harga diri di mata orang lain.
Saya seharusnya tidak lebay, sehingga semua yang terjadi ini sudah seharusnya biasa saja, tak seperti sesulit yang kita pikirkan, terlalu banyak membayangkan, seharusnya coba jalani saja terlebih dahulu.
Seringkali saya merasa rugi, namun jika dihitung kembali apa yang menjadi kita merugi, ternyata bukan kerugian sebenarnya, hanya perasaan tanpa hitungan yang hakiki.
Sekedar menulis, sekian dan terima kasih.
No comments:
Post a Comment