Saturday, July 16, 2011

me- l o m p a t -lah

Lompatan demi lompatan sudah terasakan, memang saya merasakan ada perubahan yang begitu berarti dalam perjalanan hidup ini, menerima perintah tanpa jelaspun harus saya olah dengan deskripsi yang jelas pada akhirnya. Terasa lelah saat melakukannya? itu sudah pasti.

Lompatan ini... Kembali tubuh dan pikiran ini membawa aku menjauh, tetapi hal lain dalam lompatan ini sesuatu yang saya tuju, memang bukan tujuan keinginan saya sendiri, namun aku tak kuasa untuk tak melompat. Demi sebuah eksistensi dan bisa membantu saya untuk lebih nyaman dalam lingkungan baru.

Lompatan menepi pada satu pijakan untuk lompatan yang lain memang tidak terlalu menyenangkan jika itu bukanlah keinginan sendiri. Seperti pada butiran hujan kali yang menetes, mereka terbawa angin melayang bebas entah dimana dia akan berhenti untuk berpencar menyusuri sisi-sisi yang lebih baik. 
 

Meskipun tak semuanya menjadi baik, setidaknya mereka (butiran ari hujan:red) berjalan mengikuti arus terus menerus, bertemu dengan batu, kerikil, pasir. Membuat terbang, membuat berpencar debu tanah. 
Intinya mereka tetap mengalun membuat irama.

Dan saya tak pernah tahu kemana lagi akan melompat,
tetapi selama perjalanan ini ada sesuatu...
saya tahu, akhir dari arah ini...
saya tahu itu...

Dan jalan itu tak selalu harus dilalui
Ada pada satu waktu hal arah yang berbeda
Arah yang tak pernah saya inginkan
Saya tahu itu... Hanya menerima

Tapi aku bersyukur, setidaknya saya masih bisa melompat.


img sources: http://wenderful.files.wordpress.com/2009/05/rain-jump.jpg

1 comment: