Mengapa masih saja ada pertanyaan dalam benak ini. Memang tak pernah diucapkan langsung, karena pertanyaan itu untuk saya sendiri. Mengapa harus saya ucapkan? jika ini tidak menjadi wajib dan memang pula ini tidak menjadi sunnah. Halah, kenapa musti dihubungkan dengan itu? ah biar karena itu yang kepikiran sekarang.
Tapi, akhir-akhir ini. Hadir pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan akan keadaan diri, yang memang sebenarnya terjadi di akhir-akhir ini. Pertanyaan terhadap hal-hal yang menuju perilaku keseharianku, karena terasa menjadi sangat tak biasa bila dibandingkan orang-orang disekelilingku. Terlihat Mengejar sesuatu dengan semangat yang menggebu. Sedangkan sendiriku, masih berpendar dengan pertanyaan tentang mimpi, masih merasa tak mempunyai mimpi.
Kadang aku berfikir, mengapa aku tidak bisa seperti mereka. Melepaskan semua beban sejenak untuk fokus dalam satu hal. Memang manajemen pikiranku sangatlah kacau.
Sebentar mempunyai semangat untuk mengejar itu, tak lama pikirku berubah menjadi kembali lelah. Aku akui, itu ku lemahkan sendiri dan tertinggal tanpa harap kembali. Ada apa dengan semangat bertahanku? Mengapa tak pernah muncul kepercayaan akan diri sendiri bahwa akupun mampu. Ah ini masalahnya menyangkut hati, hati ini melemah ketika tak ada sambutan dari mimpi. Dan Akhirnya matilah itu mimpi. Terus terulang dan terulang terus.
Malah merasa semakin rancu saat ini. Saat menulis disini. Masih belum bisa menenangkannya, semoga saja esok pagi dan berharap mungkin esok ataw mungkin hari esok lagi. Mungkin juga ini (baca: hari esok) adalah mimpiku saat ini, ah mimpi yang abstrak. Memang aneh. hehe... TJAPE' SAJA (baca: cape saya).
No comments:
Post a Comment