dan ternyata... ah tidak tahu apakah ini namanya, dimana hati ini merasa dekat, dimana hati ini merasakan teduh dan saya tahu keadaan sebenarnya. Keadaan sekarang sangatlah berbeda, Iklim yang menjadi tak menentu, cuaca dapat berubah secara seketika, saat ini di sini sangatlah panas terasa kamar ini kan menghadap persis ke sebelah barat. Tepat jelas tersorot panasnya matahari, tapi tidak seperti itu pada hati ini setelah ku keluarkan semua sampah yang ada dalam percakapan antar kata tadi.
hari ini masih ku ingkari rasa di hati, hasrat ini menyisakan hanya sebuah rekaan khayal belaka, mimpi yang tak pernah pasti kemudian hilang, percuma. ya semua terwujud tapi tanpa kita sadari mungkin inilah yang disebut dengan mimpi, semua indah terasa dengan seribu rencana dan berhenti seketika dalam sadar, percuma.
Adakah kata -kembali-, menemukan 'kembali' hati lain, sesuatu kembaran rasa perasaan hati.
tetapi semua telah berlalu, dan lalu hanya kumpulan butir air dalam kelopak mata, sejalan dengan derasnya rindu, pecah tak terbendung. Rindu menemukan sepi yang meniadakan lara berteduh memudarkan langit biru di hati ini, biarkan pulang.
Saya merasa lelah dan sepi dalam perjalanan ini, dan kamu di tempat berbeda.
Biarkan aku pulang, membasuh semua isi hati yang membuat gamang.
tak perlu kau takut, biarkan aku puas memandang matamu,
bukanlah dengan diam, biarkan kita bicara,
bebas lepas melayang.
namun sekarang,
h i l a n g.
tak perlu kau takut, biarkan aku puas memandang matamu,
bukanlah dengan diam, biarkan kita bicara,
bebas lepas melayang.
namun sekarang,
h i l a n g.
source image > http://fc08.deviantart.net/fs32/f/2008/213/3/6/Hopeless_by_skeletal_insanity01.jpg

No comments:
Post a Comment