Friday, February 12, 2010

Aku dan Keakuanku


Sedikit demi sedikit aku menjadi mengerti tentang kehidupan
Ketidakbergerakan ku dalam diam selalu terbayang sebuah cerita yang kususun dalam rangkaian alur yang kusempurnakan dengan suasana berirama tempo tinggi, iringan senandung yang menyenangkan. Mebuat kita seakan tak bisa menahan untuk menari jika mendengar alunan itu.

Lama tapi tak akan selamanya, apa yang dihidupkan...
Sesuatu membuatku merasa melayang, seolahku terbang hingga terjatuh ataw mungkin dijatuhkan. semua begitu cepat datang dan berlalu, ini memang sebuah sekenario panjang, ini sebuah alunan dengan perubahan tempo yang tak dapat kita bayangkan sebelumnya.

Dingin semakin membeku untuk beberapa hal yang ku kagumi dan ku hargai...aku suka.
Tak lagi merasakan debaran yang menghidupkan aku untuk merasakan setiap nafas hidup, tak bisa merasakan makna yang tengah ku sentuh. semua terasa hanya permainan yang menjadikanku semakin kerdil dalam level terendah permainan itu.

Mau ku yang tak pernah jadi sebuah kemauan sendiri.
langkah demi langkah yang dipilih memaksa untuk kembali menggunakan kesempatan dan menetapkan kemauanku, namun perasaan ini tidak terlalu kuat untuk terus memberikan logika kemenangan masuk kedalam otak ini. aku masih belum bisa berusaha sekuat tenaga, aku masih menyerah dalam permainan.

Masih belum bisa untuk kembali tersenyum,
tetap kembali duduk terdiam menunggu yang mengasihani dan  entah apa yang membuat semua begitu berharga bisa ku lepaskan hanya begitu saja. Hanya karena dalam pikirku, semua ingin berhenti dan meninggalkan...
Semua berlari menuju tempat yang mereka anggap lebih baik dan itu bukan aku.

aku tak lagi punya keakuan ku,
aku hanya boneka dengan peran penghibur, tanpa mereka tahu dibalik pakaian boneka itu , yang sebenarnya terjadi : Apakah kalian tahu ada apa denganku sebenarnya...?

tetapi aku dan keakuanku 
tetap hanya aku, dan tetap tertunduk,
dan tetap terpuruk sendiri.


No comments:

Post a Comment