entah apa yang akan diungkapkan, entah apa lagi yang bisa diberikan. bukan rasa yang biasa setelah terdengar jawaban begitu adanya. bukan suara langsung sehingga tak begitu dapat memahami makna yang ada, bukan tidak percaya akan kejujuran yang ada, bukan hal yang negatif yang aku persepsikan. hanya saja begitu memang terdengar menyakitkan.
mungkin memang pengetahuanku tidak seluas dengan pengalaman selama aku tenggelam dalam sebuah pendapatan pengetahuan secara tidak gratis di sini.
apakah aku terlihat sangat menakutkan?
apakah aku terlihat begitu kotor?
apakah aku tak punya kebaikan sama sekali?
entahlah.
hanya karena aku masih bisa berjalan di tempat yang biasa aku lalui bersama dalam kesediaan apa adanya,
hal baikkah atau pun dalan kesedihan. tapi terasa begitu sangat berarti, rasa kekeluargaan yang hadir menjadikanku lebih tahu pengalaman hidup yang sebenarnya. aku sangat bersyukur ilmu ini adalah gratis dan aku benar bersyukur atas ini.
aku tak tahu apakah benar atau salah, mungkin yang ku anggap benar sekarang, esok hari bisa berubah menjadi sangat salah. karena kebenaran bukan manusia yang memberikan, tak akan bisa dikontrol dengan ilmu yang pasti dan akurat, karena kebenaran bukan milik kita.
apa yang kita miliki?
bahkan "tak ada"pun bukanlah milik kita
jawaban yang aku tahu hanya Tuhan, segala Sang Maha.
hanya aku merasa ada kebaikan dalam rasa yang ku sebut keluarga.
orang tua ku bukan milikku dan aku bukan milik mereka, tapi keterikatan rasa yang membuat kita saling memiliki.
dan sekarang aku merasa kehilangan hal yang ku sebut "keluarga".
*entah yang aku tuliskan
hanya ingin meluapkan rasa sakit dan lelah
rindu adanya keluarga
teruntuk Ayahku semoga damai di alam yang berbeda
juga ikatan keluarga lain dalam persaudaraan tanpa ikatan darah
aku rindu akan semua, sakit ini... biarlah.
No comments:
Post a Comment