Ketika..
semua hanya sebuah imaji yang semu, berjalan, berlari dan menari
mengitari setiap putaran hari. Hanya sebuah ilusi yang mungkin tak
seperti pada kenyataannya…
Sadar…
Sesadarnya aku mengerti semua imajinasi yang telah dibangun dalam
perasaan menyeluruh, disaat tak perlu menghadirkan logika untuk
mencerna semua. Hanya menerima semua dan mencoba memahami,
bertahan untuk tetap memberikan nafas hidup bangunkan imajinasi,
berharap hidup, tak berhenti.
Hanya…
Menghindarkan kesadaran, akan arti setiap langkah imajinasi tak
terelakan ruang dan waktu, benar-benar tak menghiraukan. Meski
lambat laun secara pasti, dan itu pasti! waktu akan menghilangkan
semua jejak-jejaknya.
Datang…
Suatu waktu dimana ku berada dalam khayalan baru menggantikan
dengan tulisa cerita, dari kata demi kata, kalimat demi kalimat,
baris demi baris hingga lembar demi lembar cerita tergantikan,
meski tidak semua bisa menggantikannya.
Semuanya…
Sebuah tipuan logika akan imajinasi sekedar mengurangi beban diri,
hanya mencari pandangan-pandangan jauh ke depan, coba menelisik
harapan untuk menjadi kenyataan tanpa saling mengasingkan.
No comments:
Post a Comment