Tuesday, March 19, 2013

gambargembor

Ketika..
semua hanya sebuah imaji yang semu, berjalan, berlari dan menari mengitari setiap putaran hari. Hanya sebuah ilusi yang mungkin tak seperti pada kenyataannya…

Sadar…
Sesadarnya aku mengerti semua imajinasi yang telah dibangun dalam perasaan menyeluruh, disaat tak perlu menghadirkan logika untuk mencerna semua. Hanya menerima semua dan mencoba memahami, bertahan untuk tetap memberikan nafas hidup bangunkan imajinasi, berharap hidup, tak berhenti.

Hanya…
Menghindarkan kesadaran, akan arti setiap langkah imajinasi tak terelakan ruang dan waktu, benar-benar tak menghiraukan. Meski lambat laun secara pasti, dan itu pasti! waktu akan menghilangkan semua jejak-jejaknya.

Datang…
Suatu waktu dimana ku berada dalam khayalan baru menggantikan dengan tulisa cerita, dari kata demi kata, kalimat demi kalimat, baris demi baris hingga lembar demi lembar cerita tergantikan, meski tidak semua bisa menggantikannya.

Semuanya…
Sebuah tipuan logika akan imajinasi sekedar mengurangi beban diri, hanya mencari pandangan-pandangan jauh ke depan, coba menelisik harapan untuk menjadi kenyataan tanpa saling mengasingkan.

No comments:

Post a Comment