Seperti manusia dinegaraku saat ini
Gundah, hilang dalam kepercayaan diri yang rendah.
Masih mengharapkan sosok yang mampu mengobati luka
Luka ini, luka yang telah kita buat sendiri-sendiri.
Seperti keadaan saat ini, semua terjadi begitu membingungkan
Materi menjadi hal yang begitu sangat penting dalam dunia,
Mata hati yang telah kita butakan sendiri.
Seperti hujan, air yang turun saat iniGundah, hilang dalam kepercayaan diri yang rendah.
Masih mengharapkan sosok yang mampu mengobati luka
Luka ini, luka yang telah kita buat sendiri-sendiri.
Seperti keadaan saat ini, semua terjadi begitu membingungkan
Materi menjadi hal yang begitu sangat penting dalam dunia,
Mata hati yang telah kita butakan sendiri.

Datang dan pergi... begitu saja
Anginnya begitu cepat berhembus lalu...
Namun, iklim tak dapat hancurkan kita
Seperti bumi hari ini
Sesak dengan hal pembangunan yang tak berguna
Terabaikan hingga dia melemah dan rusak
Hancur karena kita tak peduli, hancur karena waktu.
Seperti itu pula diri ini
Terbawa arus derasnya zaman
Terpelanting tinggi hilang akal
Hanya membusuk dan hanya menjadi rongsokan
Dan aku masih belum tersadarkan. . .
maafkan aku.
Anginnya begitu cepat berhembus lalu...
Namun, iklim tak dapat hancurkan kita
Seperti bumi hari ini
Sesak dengan hal pembangunan yang tak berguna
Terabaikan hingga dia melemah dan rusak
Hancur karena kita tak peduli, hancur karena waktu.
Seperti itu pula diri ini
Terbawa arus derasnya zaman
Terpelanting tinggi hilang akal
Hanya membusuk dan hanya menjadi rongsokan
Dan aku masih belum tersadarkan. . .
maafkan aku.
No comments:
Post a Comment