dan berlalulah semua, tak hanya ikatan ini yang merenggang
tapi tak semestinya merenggang mengekang,
karna ku tahu terang dari sisimu
tapi beban terasa kini semakin dalam...
entah mengapa mereka tak melihat kebanggaan dari diriku
mereka tak tahan akan benarnya bahwa aku adalah benar aku
karena aku bukanlah kamu yang mereka banggakan...
dan sebab kamu telah meregang meski tetap disini
hampa terasa,
pengganti tak akan bisa mengganti
kamu tetap banggakanku dan kamu yang aku banggakan
kasihmu tak lelah mencari arti tuk ku mengerti
aliran darah ini telah menyatu
entah apa yang akan terjadi,
meski lama raba tak terasa,
kamu masih tetap yang terbaik untukku
kamu yang diam dalam pintarmu
bergerak dalam mengertimu
segalanya kau beri yang berarti
dalam senyum yang tak pernah lepas
hingga saat suara penjemputmu menghampiri
aku tak pernah melihat ketika melepasmu
memberikan arti sepi dalam perpisahan hati
dari menjaga kebersamaan dengan tawa
tak kenal mereka berfikir buruk
kau tetap polos menunduk tenang
tersenyum kembali dalam guratan wajah
berbicara hanya meluruskan
rindu ini tak dapat berhenti
kamu dan aku sama
tak berbeda
satu tujuan,
hati ingin sepertimu....
langkahmu yang dulu menuntunku
berjalan menemukan arti
merengkuh setiap rintangan
dan aku belum dapat membuktikannya...
maafkan...
*untuk seseorang yang pernah memberikan segalanya untukku
memberikan kata yang sangat berarti
memberikan dengan penuh hati
dan engkau tenanglah disana
harapku kau masih tersenyum,
seperti terakhir ku kecup keningmu, hanya sebuah tanda kecil sayangku
akan tetapi
aku sangat bangga menjadi anakmu...
No comments:
Post a Comment